Logo Jogja: Konsep, Makna dan Filosofi

“Jogja Istimewa,” demikian logo sekaligus tagline baru dengan desain warna merah menyala. Tim menyebut desain logo itu mengadaptasi dari aksara Jawa yang dimodernisasi.

Setelah timbul kontroversi akhirnya logo Jogja disayembarakan dan inilah hasilnya. Meski terkesan sederhana, namun tim sebelas juga menyebut logo dan tagline baru ini mengandung makna dan filosofi. Berikut sedikit makna dan filosofi di balik logo baru yang menjadi rebranding Yogyakarta ini:

*) Warna merah bata (C:0 M:100 Y:100 K:10) : berasal dari warna lambang Keraton Kasultanan Yogyakarta. Simbol keberanian, ketegasan dan kebulatan tekad.

*) Font mengadaptasi aksara Jawa. Simple dan dinamis sebagai manifestasi semangat youth, women dan netizen.

*) Memuat sembilan cita-cita pembangunan Yogyakarta (Jogja Renaissance) di bidang pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga serta sektor tata ruang dan lingkungan.

*) Tagline sengaja tidak menggunakan bahasa asing karena menghadirkan kebanggaan tersendiri dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

*) Juga disusun sembilan ikon pelengkap logo. Berupa simbol-simbol beringin kembar, Tugu Pal Putih, andong, wayang, Keraton, becak, Merapi, pantai selatan dan lampu antik.