Alasan Kenapa PNS Jogja Harusnya Belajar dari Mereka

jogja -logo

Alasan Kenapa PNS Jogja Harusnya Belajar dari Mereka

Predikat yang cukup berat untuk disandang: Kota Pendidikan, Kota Pelajar. Kota Pariwisata. Kota Budaya. Dan seabreg predikat lainnya. Kabotan sanggane,, kata orang Jawa. Mempertahankan predikat dalam arti yang sesungguhnya sangat sulit. Artinya Jogja harus mau terus belajar beradaptasi dengan jaman. Jika mandeg belajar dan beradaptasi dengan teknologi yang sangat dinamis ini, dipastikan akan jauh tertinggal. Seperti teori Darwin, siapa yang tidak bisa beradaptasi maka ia akan punah.

Kenyataannya?

  • Apakah Pemprov DIY/Kabupaten2/ Kotamadya mempunyai media publikasi website/ akun medsos yang informatif & komunikatif?
  • Apakah Pemerintah daerah mempunyai aplikasi Android/ios tentang peta wisata yang lengkap komplit plit. Juga aplikasi disaat jika ada warga yang terancam jiwanya maka dia tinggal klik/ pencet?
  • Apakah bayar PDAM sudah bisa online di Jogja?

Seyogyanya, semakin banyak orang pintar di kota ini, semakin banyak kemudahan, makin banyak efisiensi, semua jadi lebih cepat, lebih mudah. Teorinya. Harusnya jika mereka tanggap, jajaran pemerintah dan PNS Jogja bisa meng-ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) swasta professional dalam hal pelayanan public, pengelolaan museum, dll. Harusnya.

Masih banyak yang menjadi PR kota pelajar ini, sejatinya predikat ini adalah tamparan keras yang terkadang tidak disadari para pemangku kebijakan. Strategi2 tahun 80/90an sudah mulai usang, saatnya anak muda harus lebih dikasih peran. Hal paling mudah adalah meniru pihak2 swasta professional yang nyata-nyata sudah berhasil dibidangnya. Berikut adalah kepada siapa pembuat kebijakan Jogja harus ngangsu kawruh:

Alasan Kenapa PNS Jogja Harusnya Belajar dari YogYES.com

Jogja sebagai kota pariwisata, tetapi miskin informasi pariwisata yang bisa diakses secara online, gamblang, lengkap, mendetail, informative beserta foto2 keren dan menarik. Portal informasi pariwisata Jogja yang komplit plit saat ini hanya ada di YogYES.com tempatnya. Dua Bahasa. One stop information pokoknya.

Daripada APBD dipakai kunjungan yang ke luar negri atau luar daerah, sesekali bisa kok kunjungan ke kantornya YogYES ngangsu kawruh/ berguru/ menimba ilmu bagaimana membuat situs portal pariwisata yang baik, website yang SEO friendly dengan trafik dan pagerank tinggi, membuat peta pariwisata yang baik, menjadi copy writer yang handal. Iya kan. Secara Jogja kan Kota Pariwisata?

Alasan Kenapa PNS Jogja Harusnya Belajar dari  Akun twitter @JogjaUpdate , FB Page: YOGYAKARTA & Jogjaku

Lagi-lagi PNS Jogja baiknya ngangsu kawruh ke para admin @JogjaUpdate dan FB Page: YOGYAKARTA & Jogjaku. Jajaran pimpinan juga bisa meniru yang dilakukan Ridwan Kamil misalnya, dengan memposting setiap kegiatan di Facebook dan mempunyai akun twitter pribadi sehingga warga bisa menyampaikan aspirasi secara langsung.

Alasan Kenapa PNS Jogja Harusnya Belajar dari Museum Ullen Sentalu, Museum Affandi dan Tembi Rumah Budaya

Mau bukti? Coba bandingkan Museum Sonobudoyo dengan Ullen Sentalu. Museum Perjuangan dengan Museum Affandi atau Tembi Rumah Budaya, tempat yang akrab untuk para seniman berekspresi. Beda banget kan? Bahkan Museum Ullen Sentalu dinobatkan sebagai museum terbaik di Indonesia. Harusnya Jogja bisa belajar dari mereka. Harusnya.

Alasan Kenapa PNS Jogja Harusnya Belajar dari Grapari Telkomsel & Bank BCA/ BNI

Mau bukti? Silakan bandingkan sendiri bagaimana pelayanan publiknya. Adem mana ruangannya. Senyumnya ramah mana saat sedang melayani. Efektif, cekatan dan efisien mana dalam hal bekerja.

Tentu masih ada lainnya yang bisa disebut, contohnya sejak Kebun Binatang Gembira Loka dipegang swasta, perubahan signifikan terjadi. Menjadi lebih nyaman, lebih menarik dan trafik pengunjungnya semakin banyak. Dalam hal pameran, bisa juga belajar dari para EO yang sering menggelar pameran computer di Jogja Expo Center, dll. Rasakan betapa hambarnya pameran-pameran yang sering diadakan pemerintah daerah.

Lalu apa?

Intinya masih banyak hal lainnya yang pemerintah Jogja bisa lakukan agar kota ini lebih layak menyandang predikat Kota Pendidikan, Kota Pelajar, Kota Pariwisata.

Tidak malu bertanya dan anak muda lebih dikasih peran adalah bagian dari solusi.